INGGGRIS – Penyanyi Celine Dion memperingatkan penggemar untuk berhati-hati dengan lagu-lagu “palsu” yang dihasilkan oleh arttificial intelligent (AI) atau kecerdasan buatan yang beredar di platform daring.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Instagram, pada Jumat (7/3/2025), perwakilan dari pelantun “It’s All Coming Back To Me Now” itu menulis sebuah pernyataan keprihatinan.
Terkait beredarnya lagu “palsu” yang mengaku sebagai karya asli dirinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Telah menjadi perhatian kami bahwa musik hasil rekayasa AI yang tidak berizin yang mengaku memuat penampilan musik Celine Dion, serta nama dan rupa Celine Dion.”
“Saat ini beredar secara daring dan di berbagai Penyedia Layanan Digital,” kata pernyataan tersebut, dikutip dalam laporan NME, pada Sabtu (8/3/2025) .
“Harap diperhatikan bahwa rekaman ini palsu dan tidak disetujui, dan bukan lagu dari diskografi resminya,” lanjutnya.
Meskipun mereka tidak menyebutkan nama lagu tertentu, sebuah cover lagu gospel “Heal Me Lord” karya Dion yang dibuat dengan AI baru-baru ini diunggah ke YouTube dan telah ditonton lebih dari satu juta kali.
Baca Juga:
Hisense Hadirkan Warna yang Lebih Nyata dan Nyaman di Mata, serta Hiburan Imersif di IFA 2026
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
Dion telah bergabung dengan banyak musisi yang menentang AI tahun lalu.
Di Inggris khususnya, para artis telah memprotes rencana pemerintah untuk mengubah undang-undang hak cipta.
Agar pengembang AI dapat menggunakan konten kreator secara penuh di internet jika mereka melakukan penambangan data atau teks untuk membantu mengembangkan model mereka.
Usulan tersebut akan memberikan seniman atau kreator “hak istimewa” untuk memilih tidak ikut serta.
Baca Juga:
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
Ketika Ruang Keluarga Menjadi Bioskop Pribadi bersama TCL C7L
Tetapi telah dikritik oleh banyak pihak yang percaya bahwa mustahil bagi seorang individu.
Untuk memberi tahu ribuan penyedia layanan AI yang berbeda, atau memantau apa yang terjadi pada karya mereka di seluruh internet.
Selain itu, Brian May dari Queen juga angkat bicara tentang usulan pemerintah.
“Ketakutan saya adalah sudah terlambat, pencurian ini sudah dilakukan dan tidak dapat dihentikan.”
“Seperti banyak serangan yang dilakukan oleh pemilik miliarder Al dan media sosial yang sangat arogan terhadap kehidupan kita. Masa depan sudah berubah selamanya,” ujarnya.
Paul McCartney juga mengkritik perubahan yang diusulkan, dengan mengatakan jika hal itu terus berlanjut.
Baca Juga:
Hisense Perpanjang Kemitraan dengan UEFA sebagai Sponsor Resmi UEFA EURO 2028
Gupshup Meluncurkan Voice AI Platform Mandiri, Memperluas Interaksi Percakapan ke Panggilan Telepon
Kehidupan yang Didukung AI: TCL Hadirkan Inovasi AI dalam Kehidupan Sehari-hari di IFA 2026
Maka akan memungkinkan AI untuk menipu seniman dan mengakibatkan “hilangnya kreativitas”.
Demikian pula, Jimmy Page dari Led Zeppelin telah mengecam usulan tersebut.
“Ketika AI memanfaatkan kreativitas manusia untuk menghasilkan konten, ia sering melakukannya tanpa izin, atribusi, atau kompensasi. Ini bukanlah inovasi; ini eksploitasi”.
Selian itu, lebih dari 1.000 artis termasuk Damon Albarn, Kate Bush dan Annie Lennox merilis album bisu.
Sebagai protes terhadap rencana perubahan undang-undang hak cipta AI yang direncanakan oleh pemerintah Inggris.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Businesstoday.id dan Tambangpost.com
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Hello.id dan Topiktop.com
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hellobekasi.com dan Surabaya.on24jam.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).
Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).
Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.
Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.








